Mengenal Kucing Bengal, Kucing Berpola Mirip Macan dengan Harga WOW

7:08 PM Add Comment
Tentang Kucing Bengal - Kucing bengal atau Blacan adalah keturunan ketiga dari hasil persilangan antara kucing american shorthair dengan kucing asian leopard. Kucing ini berasal dari California, Amerika Serikat. Meskipun tergolong kucing hutan, namun ras bengal termasuk hewan yang banyak digemari dan dijadikan hewan peliharaan. Kucing ini memiliki ukuran badan yang panjang dengan otot-otot pada tubuhnya yang kuat. Ia memiliki tulang yang besar dan tebal, serta bulu yang tebal, rapat dan halus. Dalam proses pemeliharaannya, kucing ini memerlukan perawatan khusus pada bulunya, yaitu dengan digosok secara lembut menggunakan sikat yang halus. Populasi kucing bengal belum begitu banyak sehingga harganya tergolong tinggi, yaitu bisa mencapai 10-40 juta rupiah.

Mengenal Kucing Bengal, Kucing Berpola Mirip Macan dengan Harga WOW
Kucing Bengal
Sumber gambar : Pinterest.com

Sejarah Kucing bengal
Lahirnya kucing ras bengal ini bermula dari kota California dan dipelopori oleh dr. Centerwall yang berprofesi sebagai ahli genetik. Ia ingin mendapatkan kucing domestik jenis baru dengan pola spotted wild cat dari hasil persilangan. Kemudian dr. Centerwall mengawinkan kucing american shorthair dengan kucing asian leopard, lalu anak betina hasil perkawinan silang tersebut dikawinkan lagi dengan ayahnya, dan lahirlah kucing ras bengal. Nama bengal sendiri diambil dari bahasa latin yaitu Leopard cat iaitu felinebengalenis, namun pada umumnya sering disebut Bengal tiger cat.
Baca juga : Tips Memilih Kandang Kucing yang Bagus
Ciri fisik Kucing bengal
Kucing ras bengal memiliki bentuk tubuh yang besar dan gagah. Hal tersebut dikarenakan ia mendapatkan ciri fisik dari leluluhurnya, yaitu kucing liar. Kucing betina dewasanya memiliki berat badan sekitar 4-5 kilogram, sedangkan berat badan kucing jantan dapat mencapai 10 kilogram. Kucing bengal dapat dibedakan dengan kucing lainnya melalui corak warna pada tubuhnya yang khas, yaitu didominasi dengan warna cokelat dan hitam.

Bagian kepala Kucing bengal
Bentuk kepala kucing bengal berukuran besar dan agak panjang, namun terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Ia juga memiliki leher yang besar dan berotot yang seimbang dengan ukuran kepala. Hidungnya besar dan lebar, sedangkan kulit hidungnya berwarna merah dengan garis luar hitam. Telinga kucing bengal berbentuk runcing ke atas. Kucing bengal memiliki mata yang lebar dan buat yang berwarna hijau atau amber.

Bagian badan Kucing bengal
Pada bagian badan, kucing bengal memiliki badan yang atletis dan berukuran cukup panjang jika dibandingkan dengan kucing lain. Pada umumnya kucing bengal memiliki berat badan yang ideal dan memiliki ekor yang panjang.

Warna bulu Kucing bengal
Pola warna pada bulu kucing bengal sangat khas, yaitu berwarna coklat atau cinnamon dengan bintik kehitam-hitaman yang menyebar di seluruh bagian tubuh. Selain itu, terdapat garis horizontal berwarna hitam dibagian pundak, serta lingkaran berbentuk cincin pada ekor dengan ujung berwarna gelap.

Karakteristik Kucing bengal
Kucing bengal termasuk kucing yang aktif dan cerdas. Salah satu ciri khasnya adalah menyukai air, mereka tidak akan keberatan jika seluruh tubuhnya basah terkena air, lain dengan kucing pada umumnya. Mereka sangat suka mandi dan berendam di bathub bersama pemiliknya.

Sumber : Wikipedia

Mengenal Kucing Persia, Jenis Kucing yang Banyak Dibudidayakan

4:25 PM Add Comment
Tentang Kucing Persia - Kucing persia adalah jenis kucing berambut panjang dengan karakter wajah bulat dan moncong pendek. Namanya mengacu pada Persia, nama lama Iran, di mana kucing serupa ditemukan. Sejak akhir abad 19 kucing jenis ini dikembangkan di Inggris dan Amerika usai Perang Dunia II. Di Inggris ia disebut Longhair atau Persian Longhair, dibagi dalam dua macam ras, yaitu chinchilla warna perak cerah dan yang agak gelap.

Seperti halnya dengan jenis kucing siam, telah ada upaya oleh beberapa peternak untuk melestarikan jenis kucing yang lebih tua, galur tradisional, yang memiliki moncong lebih jelas, yang lebih akrab dengan masyarakat umumnya.
Mengenal Kucing Persia, Jenis Kucing yang Banyak Dibudidayakan
Kucing Persia
Sumber gambar : lovetoknow.com

Pembiakan selektif yang dilakukan oleh peternak telah memungkinkan pengembangan berbagai warna bulu, tetapi juga menyebabkan makin datarnya wajah, yang mungkin membawakan sejumlah masalah kesehatan. Penyakit ginjal polikistik turunan lazim dialami oleh galur ini, yang mempengaruhi hampir separuh populasinya di beberapa negara.

Kucing persia juga merupakan salah satu kucing yang menjadi idaman bagi para pecinta kucing. Banyak pecinta kucing yang memelihara kucing persia, walaupun biaya pemeliharaannya agak mahal.
Baca juga : Fakta Aneh Kucing yang Mungkin Belum Kalian Ketahui
Kucing Persia merupakan salah satu kucing peliharaan yang banyak dipelihara oleh para pecinta kucing. Jenis kucing ini juga sangat populer di Indonesia. Hal yang menjadikan para pecinta kucing lebih memilih kucing Persia ini adalah ciri-ciri dan sifat yang dimiliki kucing Persia.

Kucing Persia pada umumnya memiliki bentuk tubuh yang gemuk, besar, dan tambun. Selain itu, yang menjadi khas juga dalam kucing Persia ini adalah bentuk hidungnya yang pesek, wajahnya terlihat bulat, dan memiliki bulu yang panjang. Jika diamati dari samping, dahi, hidung, dan dagu terlihat sangat datar. Terbayangkan bagaimana wajah lucunya kucing Persia ini? Kucing Persia ini juga memiliki sifat yang manja. Sehingga kucing Persia ini sangat cocok untuk dijadika hewan peliharaan kamu dirumah. Namun, saat ini sudah banyak sekali para pengembangbiak kucing mengawinkan kucing Persia dengan ras kucing lainnya. Sehingga, sedikit banyaknya ada yang hilang dari kucing ini.

Kucing Persia hasil persilangan dengan ras kucing lainnya biasanya beberapa ciri-cirinya hilang. Ada yang mempunyai warna bulu baru, ada yang mempunyai hidung yang sedikit mancung, ada yang mempunya bentuk tubuh yang lebih ramping dari kucing Persia pada umumnya, dan ada pula yang mempunyai bulu yang lebih pendek.

Beberapa jenis kucing Persia hasil persilangan tersebut sudah sangat populer di kalangan para pecinta kucing Indonesia. Untuk mengetahui jenis kucing Persia apa saja yang sudah sangat populer di Indonesia, mari kita lihat beberapa gambar dan ulasan yang mungkin bisa kita jadikan pertimbangan untuk memilih jenis kucing Persia.

Kucing Persia Flatnose
Kucing Flatnose merupakan jenis kucing Persia yang pesek. Oleh karena itu, kucing jenis ini dinamakan kucing flatnose. Kucing ini memiliki tubuh yang cukup gemuk dan wajah yang bulat, serta pipinya tembem. Meskipun demikian, kucing jenis ini banyak di sukai para pecinta kucing. Mereka memelihara kucing jenis ini karena kucing ini memiliki wajah yang unik dan tingkah lakunya juga sangat lucu.

Kucing Persia Medium
Kucing Persia Medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar seperti kucing lainnya. Selain itu, bulu yang dimiliki pun tidak terlalu panjang, hidungnya pun tidak terlalu pesek seperti jenis kucing Persia lainnya. kucing Persia jenis ini banyak disukai oleh para pecinta kucing yang suka dengan kucing wajah oriental. Jadi, wajah kucing pada umumnya masih dapat terlihat di wajah kucing ini.

Kucing Persia Peaknose
Kucing Persia Peaknose merupakan jenis kucing persia yang paling digemari di Indonesia. Para pecinta kucing di Indonesia menyukai jenis kucing ini karena kucing ini memiliki hidung pesek dan bisa dikatakan bahwa hidung kucing ini paling pesek diantara jenis kucing Persia lainnya. Selain itu, badan kucing ini juga jauh lebih gemuk dibandingkan jenis Persia lainnya. Kucing jenis ini sering diikutkan kontes-kontes yang diatakan para pecinta kucing.

Kucing Persian Himalayan
Kucing Himalaya merupakan salah satu ras kucing hasil dari persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siamse. Himalaya merupakan kucing yang mempunyai tubuh yang gemuk, kaki pendek, tubuh dan wajah bulat seperti halnya kucing Persia. Yang membedakan dari kucing Himalaya dengan kucing Persia pada umumnya adalah warna yang dimiliki kucing ini. Warna himalaya lebih cendrung mengikuti kucing Siamse. Namun, ada juga himalaya yang mempunyai tubuh seperti kucing Siamse. Himalaya seperti ini mempunyai bentuk tubuh yang langsing, tubuh ramping, dan terlihat anggun. Sehingga kucing Himalaya yang seperti dapat melompat dengan ketinggian 2 meter.

Sumber : Wikipedia

Cara Melakukan Perawatan Pada Kucing Hamil

4:15 PM Add Comment
Merawat Kucing Hamil - Kucing birahi, kucing kawin, kucing hamil dan kucing melahirkan itulah biasanya urutan dari proses dari seekor kucing untuk melahirkan anak kucing yang lucu lucu. Tentunya sebelum melahirkan kucing akan melalui proses kehamilan seperti halnya manusia, kalau manusia saja ketika hamil memerlukan perawatan dan juga nutrisi tambahan supaya anaknya sehat dan lahir dengan selamat, maka tentunya kucing juga memerlukan hal yang sama.

Kucing yang sedang hamil memerlukan perawatan serta nutrisi tambahan terutama untuk kucing ras seperti ras kucing persia. Kalau kita membahas kucing kampung yang sedang hamil mungkin kita tidak perlu melakukan perawatan tambahan, karena kucing kampung memiliki insting yang lebih kuat daripada kucing ras seperti kucing persia. Dalam kehamilan kucing tentunya ada juga resiko keguguran, tapi itu semua juga tergantung dari kucing itu sendiri. Keguguran pada kucing sangat tidak diinginkan peternak kucing atau orang yang memelihara kucing, maka untuk itu kita sebagai orang yang memelihara kucing harus melakukan perawatan pada kucing hamil supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan saat kucing kita sedang hamil.

Cara Melakukan Perawatan Pada Kucing Hamil
Kucing Hamil
Sumber gambar : breeding-cats.com
Merawat kucing hamil termasuk hal yang tidak mudah, apalagi disaat kucing hamil muda atau kucing hamil usia 2 minggu, kenapa? Karena kucing hamil muda biasanya belum terlihat dengan jelas dan bahkan terlihat seperti kucing yang tidak hamil. Kucing yang sedang hamil biasanya perutnya akan membesar pada usia kehamilan 5 minggu, pada saat inilah kita pasti sudah jelas mengetahui kucing sedang hamil.
Baca juga : Manfaat dan Alasan Memelihara Kucing Dirumah Kita
Ketika kita sudah mengetahui kucing kita hamil maka kita juga harus memberikan perawatan pada kucing yang sedang hamil tersebut, karena selain membantu indukan kucing kita juga membantu calon anak kucing supaya sehat dan selamat. Lalu apa saja hal yang harus dilakukan untuk merawat kucing yang sedang hamil? Berikut adalah beberapa tips merawat kucing hamil.

Cara Merawat Kucing Sedang Hamil
  • Berikan Makanan yang Bernutrisi
Kucing yang sedang hamil memerlukan nutrisi tambahan yang banyak, oleh karena itu kalian harus memberikan makanan yang banyak berguna untuk kucing hamil dan juga untuk calon anak kucing. Makanan khusus kitten adalah rekomendasi untuk sobat kucing sekalian karena makanan khusus anak kucing memiliki kandungan yang lebih banyak daripada makanan kucing dewasa. Saya juga sudah mempraktekkan hal ini dan sesudah lahir kitten jadi lebih sehat dan gemuk, jika sobat kucing ingin melihat silahkan cek di bagian new born.

  • Berikan Vitamin Tambahan
Selain makanan kalian juga bisa memberikan vitamin tambahan untuk kucing kalian yang sedang hamil, kalau kita membahas vitamin maka sudah tentu kandungan dalam vitamin sangat berguna untuk kucing, tapi jangan lupa jika membeli vitain di petshop sobat kucing jangan lupa bilang kalau untuk kucing yang sedang hamil.

  • Jangan Memberikan Obat Sembarangan
Kucing hamil juga bisa sakit, tentunya kalian ingin mengobati kucing kalian yang sakit, tetapi jika kucing dalam posisi hamil maka kalian perlu berhati hati keran memberikan obat pada kucing yang sedang sakit juga bisa berpengaruh pada janin atau kandungan kucing, jika kalian tidak mengerti maka kalian bisa mencoba berkonsultasi mengenai pemberian obat pada kucing hamil di dokter hewan atau breeder kucing yang sudah ahli.

  • Tempatkan Pada Tempat yang Nyaman
Kucing hamil memerlukan tempat yang nyaman dan tenang , suasana tenang sangat membantu kucing untuk tidak depresi jika tempat tidak nyaman dan tenang terkadang bisa membuat kucing depresi atau bahkan bisa stress.


  • Jaga Kebersihan Tempat Kucing
Selain memberikan tempat yang nyaman tentunya kalian juga harus memberikan tempat yang bersih atau menjaga kebersihan tempat kucing. Kandang atau tempat kucing yang bersih selain membuat kucing terbebas dari kuman dan kotoran juga bisa membuat kucing lebih nyaman.

  • Jangan Memandikan Kucing Hamil
Kucing yang sedang hamil sangat rawan apalagi ketika kucing hamil tua, ketika kalian melihat kucing kalian kotor maka kalian pasti ingin memandikan kucing kalian. Nah ketika memandikan kucing pasti menggosok bagian perut dan lainnya, untuk menjaga keamanan kucing maka selama kucing hamil kalian jangan sesekali memandikan kucing kalian, jika ingin memandikan kucing maka tunggu sampai kucing melahirkan.

  • Jauhkan dari Kucing Lain
Sebisa mungkin jauhkan kucing yang sedang hamil dari kucing lain, kucing hamil biasanya suka mencari tempat untuk melahirkan karena kucing ingin melahirkan dengan tenang jadi kucing terkadang tidak ingin melahirkan jika ada kucing lain didekatnya, kecuali kalian mengandangkan kucing kalian yang akan melahirkan dan mau tidak mau mereka akhirnya melahirkan dikandang.

  • Jangan Terlalu Sering Menggendong Kucing
Ketika kucing kalian sedang hamil kurangilah menyentuh atau menggendong kucing kalian, kenapa? Karena ketika perut kucing sudah membesar maka kalian harus hati hati jadi setidaknya kita mengurangi melakukan beberapa hal yang bisa mengakibatkan hal yang tidak diinginkan pada janin kucing karena sentuhan atau goyangan karena kita menyentuh atau menggendongnya.


Itulah beberapa tips perawatan untuk kucing hamil, semog artikel perawatan kucing hamil datas bisa bermanfaat untuk semuanya.

Referensi : limasembilancattery.com

Waktu yang Tepat Memisahkan Anak Kucing dari Induknya

3:53 PM Add Comment
Menyapih Anak Kucing - Ketika ada kucing kalian yang mempunyai anak tentunya kalian bingung dalam memisahkan anak kucing tersebut dari induknya. Dalam memisahkan anak kucng dari induk atau menyapih anak kucing tentunya kita harus tahu kapan harus dilakukan karena anak kucing tidak bisa asal dipisahkan begitu saja dari induknya.
Waktu yang Tepat Memisahkan Anak Kucing dari Induknya
Induk dan Anak KucingSumber gambar : wowamazing.com

Waktu yang tepat menyapih anak kucing dari induknya adalah ketika anak kucing sudah berumur 12 minggu. Anak kucing yang sudah berusia 12 minggu atau kurang lebih 3 bulan sudah mulai bisa makan sendiri dan tidak lagi menyusui kepada induknya, meski sebagian juga masih ada yang menyusui mungkin itu dengan jumlah yang sangat sedikit.
Baca juga : Tips Perawatan Untuk Kucing Hamil
Perlu kalian ketahui bahwa air susu induk kucing akan berhenti mengalir setelah 10 hari dia menyapih anak-anaknya. Mungkin pada awalnya hal ini akan terasa berat bagi anak kucing. Namun nanti lama-lama juga mereka akan terbiasa untuk tidak menyusu lagi. Apalagi hukum alam sudah mengharuskan anak-anak kucing untuk tidak menyusu pada induknya lagi ketika sudah berusia 12 minggu dengan membuat sistem pencernaan si anak kucing tidak lagi mampu mencerna dengan baik air susu induknya.

Selama masa menyusui, si induk kucing butuh asupan nutrisi yang baik dan cukup banyak. Hal ini dikarenakan si induk membutuhkan energi yang lebih banyak, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk memproduksi susu bagi anak-anaknya.

Kalian bisa memberi makanan si induk kucing dengan makanan anak kucing. Pada umumnya makanan untuk anak kucing memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan seimbang. Selain itu, kalian juga bisa memberinya suplemen dan vitamin tambahan untuk si induk kucing. Namun lebih baik jika kalian tidak memberikan suplemen dan vitamin apapun, kecuali jika kalian sudah berkonsultasi dengan dokter hewan. Yang ditakutkan nanti vitamin yang secara sembarangan kalian berikan kepada induk kucing akan mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkannya.

Demikian mengenai waktu yang tepat menyapih anak kucing dari induknya, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

Tips Agar Kucing Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

3:25 PM Add Comment
Cara Supaya Kucing Cepat Beradaptasi dengan Rumah Barunya - Bagi seseorang yang memelihara kucing tetapi suka bepergian, anak kost atau yang baru saja mengadopsi kucing pasti akan sering bepergian atau pindah tempat baru pada kucingnya. Walau hal ini biasa dilakukan tetapi bagaimana dengan kucing kita yang ikut kita bawa pindahan atau bepergian?
Tips Agar Kucing Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Kucing Pindah TempatSumber gambar : doggyfriend.com.

Tidak sedikit kucing yang susah beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga membuat mereka stress bahkan hingga mengalami gangguan selera makan dan sakit-sakitan. Berikut adalah Tips membantu kucing agar cepat beradaptasi dengan rumah baru :

Untuk seekor kucing yang memiliki sifat pemalu, pindahan rumah adalah sesuatu yang cukup berat untuk diterima. Ada beberapa hal yang mungkin bisa anda lakukan untuk mengurangi beban mental yang mereka tengah rasakan, antara lain :
Saat tiba di rumah baru, biarkan kandang yang digunakan untuk membawa si kucing tergeletak di lantai dengan keadaan terbuka. Biarkan kucing keluar dari kandang dengan sendirinya. Jangan paksa dia untuk keluar. Biarkan dia mengenali bau dan suara yang baru. Jika itu anda lakukan, setidaknya anda akan membuat si kucing merasa sedikit lebih nyaman saat pertama kali berada di tempat baru.
Jangan terlalu sibuk menata barang-barang hasil pindahan. Ketika si kucing sudah keluar dengan sendirinya dari dalam kandang. Sebaiknya kalian menyempatkan waktu juga untuk membelainya. Ini akan memberikan rasa nyaman pada si kucing, dan membuatnya tidak berpikir kalau dia ditinggalkan sendirian.

Kucing memiliki insting ingin tahu yang tinggi. Mungkin tidak begitu lama setelah dua hal di atas anda lakukan, si kucing akan segera mulai menjelajah seisi rumah. Waktu yang dibutuhkan hingga si kucing percaya diri seperti ini berbeda-beda tiap kucingnya. Tergantung dari sifat dasar si kucing. Ada jenis kucing yang pemalu, tetapi ada juga kucing yang hiperaktif. Yang perlu kalian ketahui adalah, kemungkinan kucing betina akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri dibandingkan dengan kucing jantan.

Pastikan tempat makan, tempat minum, tempat tidur, kotak pasir, mainan, serta aksesoris si kucing lainnya yang dulu sering dipakai oleh si kucing di rumah lama, dibawa juga ke rumah baru. Akan lebih mudah untuk diterima si kucing jika ada barang-barang yang sudah mereka kenali di tempat yang baru.
Baca juga : Fakta Aneh Kucing yang Mungkin Belum Kalian Ketahui
Kalian juga perlu menyisihkan waktu anda untuk memastikan si kucing tahu di mana tempat dia makan, minum, atau buang kotoran. Jika kalian tidak menyisihkan cukup waktu untuk mengenalkan tempat-tempat tersebut kepada si kucing, maka. kelaparan, dan buang kotoran sembarangan akan menjadi masalah yang lebih besar bagi pemilik sekaligus bagi kucingnya.

Ajak kucing anda jalan-jalan di luar rumah. Kenali responnya terhadap tempat baru itu. kalian bisa mengalungkan tali di leher si kucing agar si kucing tidak kabur karena ketakutan atau lari ketika mendengar suara-suara seperti motor, mobil atau yang lain yang baru didengar dan ditemuinya di tempat baru. Sebelum anda yakin benar si kucing sudah akrab dengan lingkungan barunya, sebaiknya jangan biarkan si kucing berada di luar rumah sendirian.

Demikian memgenai cara supaya kucing cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya, semoga bisa bermanfaat untuk semuanya.

Tips Memilih Kandang Kucing yang Bagus untuk Kucing Peliharaan

3:05 PM Add Comment
Tips Memilih Kandang Kucing - Kandang kucing termasuk hal yang penting dalam perawatan pada kucing. Banyak kandang untuk kucing yang tersebar di pasar dibuat dengan buruk dan tidak dibuat dengan bahan dasar yang baik. Hal ini pastinya akan membuat sakit kucing kamu dan mengakibatkannya tidak nyaman, mungkin dikarenakan cuaca yang panas, kandang untuk kucing yang sempit, atau hal yang lainnya.

Tips Memilih Kandang Kucing yang Bagus untuk Kucing Peliharaan
Kandang Kucing Peliharaan
Sumber gambar : shopify.com

Dengan adanya hal yang disebutkan diatas tentunya kalian perlu memperhatikan tips memilih kandang untuk kucing yang baik. Memelihara kucing dengan kandang yang baik akan mempermudah kita dalam melakukan perawatan pada kucing kita.
Baca juga : Mengatasi Mata Belekan Pada Kucing
Tentunya dalam memilih kandang yang baik untuk kucing setiap orang memiliki pendapat yang berbeda juga, tetapi untuk sekedar tips saya rasa semua hampir sama. Untuk itu silahkan simak tips bagaimana memilih kandang kucing yang bagus untuk kucing peliharaan kita.

Tips Memilih Kandang Kucing yang Bagus
  • Perhatikan Ukuran Kandang Kucing
Biasanya pada awal memelihara kucing seseorang sering memutuskan untuk membeli kandang kucing portable saat kucing dalam usia masih kecil atau kitten, tapi sayangnya mereka lupa kalau kucingnya tersebut perlahan-lahan akan beranjak dewasa. Apalagi, jika kandang tersebut dipakai untuk membawa dua kucing atau lebih sekaligus, otomatis kandang kucing yang digunakan seharusnya memiliki ukuran yang lebih besar. Adapun ukuran kandang yang baik ialah kandang yang mempunyai luas 34cm, tinggi 38cm, dan kedalaman 48cm.

  • Bahan Dasar Utama Kandang Kucing
Kandang untuk kucing mobile yang terbuat dari anyaman, sebenarnya tidak enak untuk dipakai, apalagi kamu akan merasakan kesulitan ketika membersihkannya. Hal seperti ini penting untuk kalian perhatikan. Karena, pada kondisi tertentu seperti sakit, maka kalian akan sering membawa kucing kalian ke dokter dengan kandang portable itu, atau bahkan saat kamu akan menitipkan kucing di penitipan kucing. Kandang yang direkomendasikan adalah kandang kucing yang terbuat dari bahan plastik berlapis besi, dengan kandang seperti ini maka akan menjadikan si kucing sulit untuk merusaknya. Kandang kucing ini juga dapat menghadirkan sensasi tersendiri untuk kucing yang tidak terlalu suka didalam kurungan. Walaupun didalam beberapa kondisi ada saja kucing agresif yang mencoba untuk memukul-mukul kandang melalui celah-celah besi.

  • Perhatikan Pintu Kandang
Jangan sampai lupa, faktor penting yang lain ialah pintu kandang kucing kamu, jangan sampai pintu tersebut mudah dibuka oleh si kucing. Pintu kandang kucing juga mesti dipastikan tertutup rapat dan kuat, sehingga kucing tersebut tidak bisa membuka. Karena, ada saja upaya dari kucing ketika tidak ingin dikurung untuk mendobrak pintu kandang kucing. Jika Anda ingin lebih nyaman, kamu bisa membuat kandang kucing sendiri.

  • Alas Untuk Kandang Kucing
Perangkat tambahan yang berguna untung kandang adalah alas untuk tempat air kencing dan pupnya yang diletakkan di bawah kandang kucing, jangan lupa untuk menyediakan alas tersebut, sebab saat kucing kamu kencing dan pup maka kotoran tersebut dapat langsung mengalir ke alas tersebut. Hal ini pastinya sangat berguna, agar kandang kucing tidak mudah kotor dan bau.

  • Tutup Kandang
Pada beberapa kasus ada beberapa kandang kucing yang memang dirancang simpel pada bagian tutupnya, hal tersebut membuat kucing dengan mudah mengakali dirinya agar bisa keluar dari kandang. Oleh karenanya, kamu mesti mengontrol kembali penutup kandang kamu, jika memang terlalu gampang dibuka maka Anda mesti menyetelnya atau menyempurnakannya agar kucing tak mudah kabur.

Demikian mengenai tips memilih kandang kucing yang baik dan benar, semoga bisa bermanfaat untuk semuanya.

Tips Perawatan Untuk Kucing Hamil

2:41 PM Add Comment
Perawatan Kucing Hamil - Merawat dan menjaga kucing yang sedang hamil bisa dikatakan gampang gampang susah. Karena kehamilan kucing juga sangat rentan keguguran oleh berbagai macam sebab yang mungkin tanpa kita sengaja atau sadari. Namun semua itu juga tergantung pada si kucing, ada yang fisiknya kuat dan ada juga yang fisiknya lemah. Sehingga kita perlu untuk berhati-hati dalam merawat dan menjaganya.

Tips Perawatan Untuk Kucing Hamil
Perawatan Kucing HamilSumber gambar : lovetoknow.com

Kucing yang sedang hamil tentu saja membutuhkan perawatan dari pemilik kucing seperti kita,terutama jika kalian salah satu breeder kucing yang membudidayakan kucing kalian. Banyak sekali hal yang harus dilakukan dalam merawat kucing hamil, tentunya semua itu supaya anak kucing bisa lahir dengan selamat dan juga sehat.
Baca juga : Manfaat dan Alasan Memelihara Kucing Dirumah Kita
Dibawah ini adalah beberapa tips untuk melakukan perawatan pada kucing hamil, silahkan simak selengkapnya dibawah ini.

Berikan Makanan Terbaik
  • Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.
  • Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya.
  • Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)

Usahakan Kucing Selalu Dirumah
  • Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi.
  • Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing.
  • Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih.
  • Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.

Jangan Memberikan Obat Sembarangan
  • Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja.
  • Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda.
  • Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan dan cacat pada janin bahkan keguguran.

Berikan Perhatian Pada Kucing
  • Jangan pernah memandikan kucing ketika sedang hamil walaupun satu kali, karena dikawatirkan dapat menyebabkan keguguran.
  • Jangan sering-sering memegang, menekan atau meremas perut kucing.
  • Jangan menggedong kucing ketika sedang hamil.
  • Jangan membuat kaget atau jangan buat kucing jadi terkejut dengan apapun.
  • Berilah kasih sayang dan perhatian yang tulus padanya.

Sediakan Tempat yang Nyaman
  • Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai.
  • Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi.
  • Pastikan tempat ini telah tersedia minimal 2-3 minggu sebelum waktunya melahirkan.

Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal
  • Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter).
  • Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir.
  • Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll).
  • Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Pisahkan dari Kucing Lain
  • Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain.
  • Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama.
  • Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran.
  • Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan Makanan yang Cukup
  • Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda.
  • Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat
  • Siapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat.
  • Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.

Cari informasi selengkap-lengkapnya
  • Selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya dan belajar terus-menerus mengenai kehamilan kucing anda. Sehingga anda bisa menangani proses kelahiran kucing sendiri dan dapat segera menganalisis bila terjadi masalah atau komplikasi.
  • Bila informasi yang benar dan lengkap telah anda dapatkan, anda tidak akan panik lagi menghadapi kelahiran kucing kesayangan.
Itulah beberapa tips perawatan kucing hamil, seoga bisa bermanfaat untuk para pecinta kucing semuanya.